Welcome To My Blog

Sunday, April 21, 2019

5 Pesona Sejarah, Budaya, dan Religi di Bitung yang Penuh Makna

Bitung di Sulawesi Utara tak hanya memiliki pesona pantai dan lautnya yang indah, tapi juga sejarah, budaya, dan religinya pun menarik. Hal itu tak lepas dari keberadaan masyarakatnya yang majemuk.

Berikut beberapa destinasi wisata lain di Bitung yang sayang jika dilewatkan berdasarkan buku Bitung Bahari Berseri karya Max Lomban.


Monumen Tugu Trikora

Berada di kelurahan Batulubang, tugu ini dibangun pada akhir 1980-an. Pembangunan itu merupakan inisiatif pemerintah daerah masa pemerintahan walikota SH Sarundajang untuk mengenang peristiwa bersejarah ketika Indonesia ingin merebut Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Alasan dibangun di Bitung karena pada saat itu TNI menjadikan pelabuhan Bitung sebagai lokasi pendaratan pertama. Selain itu, menjadikan tempat ini sebagai basis pasokan air dan logistik sebelum menjalankan lokasi pembebasan di Irian Barat.

Tugu Jepang

Tempat ini berada di wilayah Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari. Lokasi ini cukup mudah dijangkau. Tugu ini didirikan atas kerja sama pemerintah Jepang dan pemerintah Sulawesi Utara dan Kota Bitung.

Hasil gambar untuk Tugu Jepang

Tugu yang berbentuk monumen batu yang mengerucut ini sebagai bentuk untuk mengenang tewasnya tentara Jepang di Bitung saat Perang Dunia II.

Monumen Yesus Menyambut

Monumen ini termasuk obyek wisata rohani yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Tinggi patung ini mencapai 35 meter bahkan lebih tinggi dari patung Yesus Penebus di Rio de Janeiro di Brasil yang hanya mencapai 30 meter dan patung Yesus Raja di Polandia yang hanya 32 meter.

Mata Aer Prang

Lokasinya cukup jauh dari terisolasi dari pusat kota. Berada di pesisir pantai di Kasawari, Kecamatan Aertembaga. Situs sejarah ini berupa mata air yang cukup jernih dan masih digunakan sampai saat ini.

Berdasarkan sejarah, pada Perang Dunia II zaman pendudukan Jepang, kapal-kapal Jepang selalu mengadakan pengisian air di tempat ini. Karena digunakan oleh kapal perang untuk keperluan berperang, maka mataair ini pun dinamakan Mata Aer Prang (Mata Air Perang).

Kapal Karam Jepang
Gambar terkait
Lokasinya berada di perairan Selat Lembeh, terdapat dua bangkai kapal yang karam di masa Perang Dunia II. Kapal ini terperangkap oleh patroli pasukan sekutu, diserang, kemudian ditenggelamkan.

Dapatkan Banyak Bonus dari Kami :
+Bonus Deposit Rp.5.000,- Setiap Melakukan Deposit Rp.25.000,- Sesuai Dengan Syarat Dan Ketentuan Yang Berlaku
+Bonus Cashback 0,3% Dari Nilai Turnover
+Bonus Referral 20% Seumur Hidup

Ayo, tunggu apa lagi ? Daftar kan Diri Anda di INDOWIN99


Contact us:
BBM : 2B93CA38
WA : +855962846901
Line : INDOWIN99
Link Alternatif INDOWIN99
Share:

Blogroll

Labels

Powered by Blogger.

Yuk, Hunting Kuliner Saat Mudik ke Sumedang

Wisata kuliner di Kota Sumedang seakan tak pernah mati. Dari mulai kuliner kekinian sampai kuliner tradisional sama nikmatnya. Nah, yang in...

Hallo Klik aku donk:)

Blog Archive

Find Us On Facebook

middle ad

Flickr Images

<< Selamat Datang >> << Di blog Indonnews >>

Video Of Day

New Topics

MeiLing

Labels

Labels Cloud Numbered

Follow Us

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

IKLAN

IKLAN

Labels List

Trima IKLAN banner

Trima IKLAN banner

.

.

Labels List Numbered

Labels

Ad Section

Jam Dunia

Bangla Music

[Bangla Muvic Video][pvid]

Blogger templates

[Music][pvid]

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

Labels Cloud

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support